Ads

Senin, 13 Oktober 2014

Tips dan Trik Menghindari Kata Seperti "Um,Uh" saat Public Speaking



Pernahkah mengalami kesulitan ketika disuruh tampil berbicara didepan umum?
Kata-kata pengisi apa yang sering pakai atau digunakan ketika kalian lagi memikirkan sesuatu buat di ucapkan.

Lalu hal-hal apa yang membuat kalian merasa sulit ketika disuruh berbicara di depan puluhan audience ?

Jika Sering dan pernah mengalaminya maka dengan membaca ini semoga bisa merubah penampilanya saat berbicara di depan lagi.

Biasanya sering pada para pekerja umum yang disuruh dadakan jadi presentasi atau mahasiswa yang sering mendapat tugas kelompok presentasi di depan.

Mari kita share berbagi pengalaman, sekalian tips dan triknya untuk mengatasi demam pangung.



Dalam berbicara sehari-hari kata pengisi seperti "um", "uh", "er", dan seterusnya sangatlah sering terlihat apalagi saat berbicara di depan umum. Ini tidaklah mengherankan, karena hal ini juga sangatlah sulit dihilangkan bahkan bagi para pembicara publik yang sering terlihat di depan umum.

Lalu bagaimanakah cara menghindari kata pengisi seperti itu saat kita bicara?



Apakah yang dimaksud dengan kata pengisi?



Kita tahu bahwa "um," "uh," ataupun "er," adalah contoh-contoh dari kata-kata pengisi atau filler words namun sebenarnya apakah yang dimaksud dengan kata pengisi itu? Kata pengisi sendiri merupakan sebuah kata tambahan yang ditambahkan ke kalimat yang Anda ucapkan tanpa ada berarti apa-apa.

Kata pengisi juga dapat muncul dalam beberapa bentuk namun yang paling sering ditemui adalah "uh" dan um". Banyak ahli pembicara di depan umum yang menyarankan Anda untuk berusaha meminimalisasi ini, padahal pada kenyatannya hampir setiap orang menggunakan kata pengisi dalam komunikasi mereka. 

Hanya saja kita sudah terbiasa dan mengabaikan kata-kata pengisi yang mereka ucapkan. Jika Anda tidak percaya, Anda dapat merekam pembicaraan mereka maka Anda akan menyadari berapa banyak kata pengisi yang mereka gunakan dan betapa tidak mengenakkannya hal itu.



Mengapa Kebanyakan Orang Sering Menggunakan Kata-Kata Itu?




Tidak hanya mereka yang memiliki rasa takut berbicara di depan umum, bahkan terkadang para pembicara yang sering terlihat di depan umum juga kerap mengeluarkan kata pengisi seperti"um,"uh," "er," "jadi," "gitu," dan masih banyak sekali lainnya. Jika ini digunakan dalam pembicaraan sehari-hari mungkin tidaklah masalah , namun tidak sama halnya jika digunakan dalam komunikasi formal.

Biasanya, kata-kata seperti itu menunjukkan kelemahan si pembicara seperti sedang berpikir, gugup, tidak percaya diri, atau sedang mencari kata yang tepat. Terkadang juga kita menggunakannya untuk menandakan bahwa kita akan mulai berbicara. Apapun itu alasannya, komunikasi atau cara berbicara Anda akan lebih baik jika kata-kata pengisi seperti itu tidak ada dan Anda akan dianggap sebagai seorang yang dapat berkomunikasi dengan baik. Berikut tips dan triknya.





Lalu Apa Tips dan Trik untuk Menghindarinya ?

Apabila Anda pernah mendengarkan orang-orang yang berbicara di depan umum dan setiap akhir kalimat mereka mengucapkan "um" ataupun "uh," maka Anda pasti menyadari betapa tidak mengenakkannya hal tersebut. Oleh karena itu baik Anda adalah seorang amatir ataupun profesional berikut tips dan trik menghindari mengucapkan kata pengisi seperit itu.



1. Relaks



Semakin Anda merasa tertekan akan berbicara sesuatu, maka akan semakin gelisah dan gugup juga bunyi pembicaraan Anda. Walaupun artikel ini menyarankan Anda untuk menghindari kata pengisi tersebut, itu tidak berarti Anda tidak boleh menggunakannya sama sekali. 

Anda boleh saja menggunakannya sesekali, itu juga adalah cara alami untuk berbicara. Tujuannya hanyalah menghindari kata tersebut setiap kali Anda berbicara beberapa patah kata.



2. Pelan-Pelan



Setiap orang yang merasa tertekan atau gugup, pasti akan berusaha menyelesaikan sesuatu dengan cepat. Terkadang tanpa Anda sadari, Anda berbicara dengan sangat cepat yang menyebabkan Anda tidak tahu apa yang ingin Anda katakan selanjutnya. 

Itulah biasanya kata pengisi mulai dikeluarkan. Oleh karena itu, berbicaralah lebih santai dan pelan, ini akan membuat lawan bicara Anda lebih cepat mengerti apa yang Anda katakan serta membuat Anda lebih sedikit menggunakan kata pengisi.



3. Jangan Letakkan Tangan Anda di Kantong



Studi menunjukkan bahwa jika lengan ataupun tangan Anda dikekang, maka akan semakin banyak juga kata pengisi yang Anda gunakan. Karena Anda merasa tidak bebas dan tertekan yang dimanamenyebabkan Anda menjadi kurang percaya diri atas pesan-pesan yang Anda sampaikan.





4. Cobalah Berbicara Langsung Empat Mata



Pernahkah Anda merasa bahwa penggunaan kata pengisi semakin sering dikeluarkan pada saat Anda berbicara di telepon? Ini karena Anda tidak bisa menggunakan bahsa tubuh serta ekspresi muka, maka Anda akan berusaha lebih mencari kata yang tepat untuk menyampaikan maksud Anda.




5. Lakukan Persiapan



Apabila Anda merasa bukanlah seseorang yang dapat berbicara di depan umum ataupun berbicara dengan baik saat bertatapan mata, maka coba siapkanlah terlebih dahulu daftar pembicaraan yang akan dibahas. Apabila informasi yang ingin Anda sampaikan sudah segar di ingatan Anda, maka kata pengisi juga akan semakin jarang digunakan.



6. Latihan, Latihan, dan Latihan



Pada akhirnya, yang menentukan seberapa baik Anda berbicara adalah pengalaman dan latihan. Semakin sering Anda latihan maka akan semakin banyak juga pengalaman yang Anda dapatkan dan pada akhirnya menjadi sifat dasar Anda untuk tidak lagi atau hanya sedikit menggunakan kata pengisi.




Untuk melakukan hal ini, banyak orang mengatakan cara paling mudah adalah merekam sendiri pembicaraan Anda dan kemudian mendengarkannya. Namun apabila Anda merasa tidak bisa membedakan kata pengisi yang Anda ucapkan, coba minta keluarga atau teman Anda untuk membedakannya. Ini karena secara tidak sadar Anda menganggap kata pengisi seperti "uh," "um," "jadi," atau apapun itu sudah menjadi cara berkomunisasi sehari-hari Anda dan mengabaikannya.






.

Ads

Daftar Isi