Ads

Senin, 13 Oktober 2014

Pelajaran Hidup Sederhana yang bisa Kamu Peroleh dari Seorang Anak



“Wanting less is probably better blessing than having more.” - Mary Ellen Edmunds

Yang dikatakan Mary Ellen Edmunds lewat bukunya ‘You Can Never Get Enough of What You Don’t Need: The Quest for Contentment’ mungkin emang benar adanya. Manusia gak pernah berhenti merasa puas dengan apa yang dimilikinya, kita selalu menginginkan lebih dan lebih. Hipwee udah pernah mengulas manfaat serta bagaimana memulai gaya hidup minimalis di tengah tuntutan untuk memiliki gaya hidup yang konsumtif dewasa ini.

Nah, selain pelajaran hidup yang bisa diambil orang dewasa dari anak-anak yang Hipwee bahas sebelumnya, ternyata ada hal lain yang bisa kita pelajari dari mereka, yaitu tentang gaya hidup yang minimalis. Apa makna hidup sederhana yang bisa kita temukan dari anak-anak? Simak sama-sama yuk.



1. Seorang Teman Bermain Jauh Lebih Berharga Dari Segudang Mainan.



Anak-anak sangat menikmati saat mereka bermain bareng teman-temannya, baik itu main kucing-kucingan, petak umpet, atau sekadar main ayunan dan jungkat-jungkit. Saat bersama teman-teman, mereka bisa main gak kenal waktu tanpa bosan. Tapi coba deh kalau mereka terpaksa main sendirian dengan mainannya, mereka pasti jadi cepat bosan.

Hikmah: Hubungan dengan orang lain jauh lebih menarik dan berharga daripada barang-barang milikmu.





2. Pakaian Itu Dikenakan Bukan Untuk Membuat Orang Terkesan.



Buat apa anak-anak memakai pakaian? Untuk melindungi tubuh mereka dan biar mereka gak kepanasan atau masuk angin. Anak-anak gak pernah tuh pake baju keren-keren cuma buat memikat gadis-gadis atau guru mereka. Mereka bahkan gak kepikiran buat mengikuti mode terbaru hanya untuk membuat orang lain terkesan.

Hikmah: Benda-benda yang kamu miliki seharusnya diperuntukkan sesuai fungsinya, bukan hanya sekadar untuk membuat orang terkessan.





3. Rasa Sakit Paling Baik Disembuhkan Oleh Pelukan, Bukan Mainan Baru



Kamu mungkin pernah lihat seorang anak kecil (atau mungkin ingat dirimu sendiri saat kecil) yang menangis gara-gara terjatuh. Lalu, setelah ibunya datang dan memeluknya, tangisnya mereda. Yang dia butuhkan untuk meredakan rasa sakitnya bukanlah mainan baru, tapi sebuah pelukan hangat yang memberi cinta dan rasa aman.

Hikmah: Jangan mencoba meredakan rasa sakit yang kamu alami dalam hidup menggunakan suatu benda, itu gak akan mengobati lukamu. Alih-alih, temukanlah cinta, dukungan, serta perlindungan dari orang-orang dekat.





4. Karakter Seseorang Tidak Ada Hubungannya Dengan Benda Yang Dimilikinya



Anak-anak seusia Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar masih belum mengenal label yang mengkotak-kotakkan manusia yang satu dengan yang lain. Gak ada yang milih-milih teman cuma gara-gara berbeda etnis atau suku. Gak ada yang menilai teman dari pakaian, seberapa mewah rumah yang ditinggali, atau kendaraan yang dipake orang tuanya.

Pakaian mereka seragam, dan mereka memandang satu sama lainnya setara.

Hikmah: Nilailah seseorang bukan dari sekeren apa pakaian atau materi kepunyaannya, tapi nilailah dari hati dan karakter mereka.





5. Terlalu Banyak Mainan Di Dalam Kotak Hanya Akan Menghalangimu Mendapatkan Yang Lebih Baik.



Saat seorang anak ulang tahun, mereka suka dihadiahi segunung mainan baru. Awalnya mereka memainkannya dengan gembira. Tapi, lama kelamaan, mainan-mainan itu dibiarkan menumpuk di sudut ruangan dan mereka pun kembali pada mainan lama yang biasa mereka mainkan sebelumnya.

Mainan baru yang kita pikir bisa membuat mereka senang ternyata menghalangi mereka bermain dengan mainan favorit mereka (yang mungkin sudah usang).

Hikmah: Kita mengira memiliki sejumlah materi akan memberikan kegembiraan yang awet bagi hidup kita, tapi seringnya mereka justru menghalangi kita memiliki sesuatau yang lebih bermakna.






6. Semakin Banyak Mainan Yang Kita Mainkan, Semakin Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Membereskannya.



Banyak mainan, susah beresinnya

Anak-anak yang dididik buat membereskan mainannya sendiri pasti paham bahwa semakin banyak mainan yang mereka gunakan, semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk membereskannya. Kalo dibalik, berarti makin sedikit waktu yang dimiliki untuk menikmati permainannya.

Hikmah: Semakin banyak materi yang kita miliki, semakin banyak tenaga dan waktu yang diperlukan untuk mengurusinya.





7. Jalan-Jalan Lebih Asik Daripada Main Game Seharian Di Rumah.



Menjelajah memberikan pengalaman yang sebenarnya

Anak-anak selalu gembira kalau diajak jalan-jalan atau menjelajah tempat baru. Kenapa? Karena video game gak bakal bisa menandingi grafis, pengalaman yang dirasakan pancaindera, atau kedekatan hubungan dengan keluarga saat jalan bareng. Menjelajah dunia memberikan pengalaman nyata yang gak bisa digantikan oleh apapun.

Hikmah: Matikan televisi, itu bukan hidupmu. Keluarlah dan jalani hidup yang sebenarnya, jangan hanya menontonnya lewat layar monitor.





Menjadi dewasa gak serta-merta membuatmu jadi manusia yang superior. Banyak hal yang masih harus kita pelajari tentang hidup dan kesederhanaan. Dan pelajaran itu bisa datang dari mana aja jika kita cukup jeli menangkap maknanya, termasuk dari anak kecil.

Apakah kamu sudah siap menjalani kehidupan yang sederhana tapi penuh makna?







sumber: http://www.hipwee.com/inspirasi/pelajaran-tentang-hidup-sederhana-yang-bisa-kamu-peroleh-dari-seorang-anak/
.

Ads

Daftar Isi