Ads

Rabu, 08 Oktober 2014

Serba-Serbi tentang Sunda




Apa itu sunda? (http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda)
Apa dan siapa suku Sunda? (http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda)



1. Bahasa Sunda / Basa Sunda


a. Huruf Vokal Bahasa Sunda

Bahasa Sunda memiliki 7 vokal :


  • a contoh cara mengucapkannya seperti bilang anda 
  • i contoh cara mengucapkannya seperti bilang ini 
  • u contoh cara mengucapkannya seperti bilang utara 
  • é contoh cara mengucapkannya seperti bilang émbrio (ada garis tambahan di atas huruf e) 
  • o contoh cara mengucapkannya seperti bilang orok 
  • e contoh cara mengucapkannya seperti bilang entah 
  • eu contoh cara mengucapkannya seperti bilang euy (partikel kata dari omongan orang Sunda, lebih panjang dari e biasa) 

Oh ya, jarang ada orang yang bukan dari Sunda yang bisa bilang Cileunyi dengan sempurna, seringnya kami dengernya Cilenyi.

Nah, sekarang kalian latihan bilang ini dan minta temen kamu yang asli Sunda buat dengerin dan menilai.

"Dia keukeuh ga mau pergi ke terminal Cicaheum buat ketemu sama néng Entin"

Gimana? Susah kan?



b. Dilema F, V, dan P

Banyak yang bilang kalo orang Sunda itu ga bisa bilang huruf F dan V. itu PITNAH..

Kenapa sih orang sunda gabisa bedain pengucapan huruf F, V, sama P. Seolah-olah semua dipukul rata jadi P?

Itu karena orang tua kami tidak mengajarkan kata-kata dari huruf-huruf sulit tersebut. Becanda, jawabannya karena di konsonan basa Sunda ga ada huruf F dan V gan. Konsonan huruf F dan V itu serapan dari bahasa asing.





c. Tajwid (hukum bacaan) dalam basa Sunda

Pernah gak denger orang sunda bilang (maaf) 'anying'? Itu artinya anjing. hahaha..

 
N + D = N. Contoh: sunda jadi suna, sendal jadi senal, mandi jadi mani, dst.
N + J = NY. Contoh: anjing jadi anying, panjang jadi panyang, dst.

Dibahasa sunda kenal dengan ikhfa (mendengung) juga loh

N + S = NG + S. Contoh: bensin jadi bengsin, bonsai jadi bongsai.

Tidak semua orang sunda mempunyai kebiasaan meleburkan huruf.




d. Perbedaan level diskusi (undak-usuk)

Coba bilang ini ke orang sunda yang umurnya jauh lebih tua dari kamu, tapi ingat intonasi suara kamu harus halus dan sopan.


“Pa upami sirah bapa rieut, mangga ku abdi ditalapung sirahna bapa”


Silahkan dicoba, lalu ceritakan pengalamannya di sini. Nanti bisa dipajang di halaman depan.

Menurut budayawan Sunda ada 6 tingkatan dalam basa Sunda, yaitu Sangat Kasar, Kasar, Sedang, Menengah (cukup halus), Halus, dan Sangat Halus. Tapi menurut kami cuma ada 4 , yaitu kasar, loma (sedang), halus, dan Buhun (sangat halus dan saat ini hanya dipakai pada upacara adat). Tapi kami bakal jelasin 3 level aja, untuk bahasa Sunda Buhun silahkan belajar sendiri dari sesepuh adat sunda.


Tingkat kasar, dipakai saat seseorang marah atau mencela seseorang atau sesuatu. Contoh kalimatnya “Anying, maksud sia naon neunggeul babatok aing!”

Tingkat sedang (loma), dipakai saat berdiskusi dengan teman atau seseorang yang kita kenal dan seumur. Contoh kalimatnya “Saacan ka kampus, urang rék dahar heula nya”

Tingkat halus, dipakai saat berdiskusi dengan orang yang lebih tua, orang yang jauh lebih muda (adik), atau orang yang sama sekali belum kita kenal. Contoh kalimatnya “Bapa punten. Perkawis serat ti dinas, saurna kedah ditawis heula ku bapa?”



Ingat! Orang sunda sangat sensitif terhadap level ini. kamu bakal diketawain kalo intonasi kamu tinggi (marah) tetapi pakai bahasa halus. Sebaliknya kamu bakal dimarahin atau diketawain kalo kamu pakai bahasa kasar meskipun intonasi suara kamu halus.







2. Nama-Nama Umum Orang Sunda

Keunikan orang sunda juga terletak dari namanya, berikut adalah nama-nama yang umum buat orang sunda.

Laki-laki: Adé, Asép, Ayi, Ayip, Cécé, Cécép, Dédé, Didin, Engkus, Engkos, Enjang, Jajang, Tatang, Ujang

Perempuan: Ani, Cicih, Enok, Euis, Icih, Lilis, Popon, Sukaesih, Titin, Nénéng

Tapi ada yang lebih unik lagi kalau dilihat nama lengkapnya. Karena kebanyakan orang sunda mempunyai suatu ciri khas tersendiri.

Untuk laki-laki kebanyakan namanya berakhir dengan akhiran -na. Contoh: Tatang Priyatna, Nana Rusmayana, Ade Mulyana, dll.


Untuk perempuan biasanya diakhiri dengan akhiran -ih. Contoh: Euis Sukaesih, Titin Kosasih, dll.


Bagian dari nama pertama ada di nama kedua. Contoh Septi Hidayati, Wawan Setiawan, Agus Gustiawan, Entis Sutisna, dll.


Dan yang paling keren adalah nama tongkrongannya atau nama gaulnya. Contoh seseorang yang bernama Tatang yang suka banget sama seni Breakdance, maka namanya Tatang Brikden. Atau orang yang namanya Cecep suka banget sama musik Death-metal, maka namanya jadi Cecep Detmetal.

Sebagian besar nama-nama orang Sunda nggak hanya pengulangan di awal dan akhir semisal Wawan Setiawan, Titin Supriatin. tapi juga pengulangan 2 huruf nama awal

Misal:

Didin
Kokom
Cucun
Dadang
Neneng
Jajang
Teten

dan lain sebagainya....




3. Orang Sunda (Urang Sunda)

Moto hidup urang Sunda :

“Silih asah, silih asih, silih asuh”

Yang artinya saling belajar, saling mengasihi, saling melindungi/ saling membimbing.

Karakteristik orang sunda kami jelasin di bawah ini, murni hasil pemikiran kami sendiri. Mungkin kamu bakal menilai penjelasannya subjektif, memang subjektif sekali..



1. Sopan dalam bertutur kata dan berperilaku


Mungkin setiap suku di Indonesia punya cara tersendiri atau penilaian tersendiri untuk bersikap sopan. Tapi berikut adalah 2 contoh kebiasaan orang sunda. Pertama, selalu mengawali diskusi dengan kata punten yang artinya permisi atau maaf. 


Ini dilakukan untuk menghormati orang yang kita ajak bicara dan meminta maaf jika orang tersebut terganggu dari aktifitasnya. Contoh “Punten kang, upami teu lepat ieu téh kang Uho nya?”.

Kedua, saat ada yang berkumpul orang sunda akan lewat dengan membongkokan badannya dengan tangan kanan menjulur kebawah dan bilang punten untuk orang-orang yang sedang berkumpul. Contoh kalimatnya, “punten kang, ngiring ngalangkung”.

Oleh karena itu, hukuman sosial yang paling menyakitkan untuk orang Sunda adalah jika dibilang tidak sopan. Emang sakit banget, apalagi yang bilang itu orang yang lebih tua atau orang yang tidak dikenal.




2. Bukan pendebat yang baik


Berdebatlah seperti orang Batak. Itu adalah salah satu kalimat dari nasihat dari orang tua saya. Begini, orang sunda itu tidak ingin lawan bicaranya tersinggung atau merasa direndahkan, jadi disaring dulu tuh kalimat yang akan diucapkan. 


Dan orang sunda itu akan dengan ikhlas menerima pendapat pendebat jika pernyataan pendebat masuk akal dan didukung dengan bukti yang kuat, apalagi pendebatnya orang yang lebih tua.

Contoh perdebatan :

A: Punten bapak B, menurut saya metode yang pas untuk kasus ini adalah dengan metode A. Nanti hasilnya akan seperti ini.
B: Tapi menurut saya, metode anda kurang pas, karena akan menimbulkan masalah A dan masalah B. lebih baik pakai metode B, untuk mengurangi timbul masalah A dan B.
A: Oh seperti itu ya pak, baiklah kalau begitu mungkin kita coba saja dulu metode B..





3. Bukan perantau sejati


Berdasarkan pendapat saya, orang sunda itu cenderung lebih mencari kerja/nafkah di lingkungannya di banding mencari kerja/nafkah di luar dari wilayahnya. Contoh, orang Bandung akan mencari penghidupannya di Bandung juga, padahal di kota lain ada penghidupan yang lebih besar. 


Kalaupun harus ke luar dari wilayahnya, jarang ada yang bertahan lama. Entah apa yang ditakutin, tapi kami sendiri susah buat merantau, bawaannya homesick terus.





4. Memilih damai daripada berperang


Orang sunda lebih memilih menyelesaikan suatu persoalan dengan musyawarah atau secara kekeluargaan. Bukan berarti orang Sunda itu tidak berani adu fisik ya. Pada alasan-alasan tertentu orang Sunda siap mengangkat senjata dan ikut berperang, misal alasan membela kehormatan dan keselamatan diri sendiri, keluarga, bangsa, dan agama.




5. Senang bercanda


Siapa yang tidak tahu Sule, Pohang, dan alm. Kang Ibing?

Yap, mereka adalah komedian sunda, terlihat jelas dari logat sundanya yang kental kalau lagi manggung. Mungkin ini salah satu alasan kenapa orang sunda bisa diterima oleh banyak kalangan dan suku di Indonesia karena kepribadiannya yang menyenangkan.

Tapi candaannya urang sunda itu banyak yang nyerempet ke hal-hal mesum atau 18++ gan, atau kalau urang sunda bilang mah “jorang”. Tapi menurut kami, ini adalah salah satu metode pembelajaran sex education.




6. Rendah hati


Kalo kamu pernah ke salah satu pasar tradisional di Bandung waktu subuh. kamu bakal lihat banyak penjual sayuran segar, dari dandanan atau cara berpakaian tidak modis bahkan cenderung lusuh. Tapi jangan salah, mungkin saja mereka punya perkebunan yang luasnya berhektar-hektar di Lembang.




7. Pandai Bersyukur dan Selalu Melihat sisi Positif


Ketika mendapatkan musibah orang Sunda selalu mengambil hikmah (sisi positif a.k.a ngabubungah hate) dari musibah tersebut atau bahasa Jawanya "nrimo". 


Contohnya adalah ketika terjadi kecelakaan lalu lintas dan si korban kecelakaan itu "hanya" menderita patah tulang, maka orang tua si korban akan bilang "Alhamdulillah masih dipasihan rahayu (Alhamdulillah, masih diberi keselamatan)".





Masih banyak sekali ciri khas yang dimiliki suku Sunda. Kalau pengen tahu lebih dalam, silahkan bergaul dengan orang-orang sunda asli.


Apapun sukunya semboyan kita tetap Bhineka Tunggal Ika. Sekian, mudah-mudahan jadi hiburan dan menambah wawasan.






sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/53f5e804925233c3108b4588/
.

Ads

Daftar Isi