Ads

Rabu, 09 Juli 2014

9 Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Percakapan


Apakah sobat pernah mengalami masalah dalam berkomunikasi dengan dengan orang lain..? apakah sobat juga menyadari dalam kehidupan sehari-hari biasa berkata dalam hati “lebih baik bicara dengan si A, daripada bicara dengan si B”. Hmmm… apakah ini termasuk pola komunikasi yang sudah baik atau belum baik.?

Sayapun tidak tahu, apakah sobat termasuk kategori komunikasi si A atau si B. Jikalau sobat berada pada kategori si B, sobat tak perlu khawatir karena pola komunikasi yang kurang baik dapat sobat perbaiki. Di sini ada 9 kesalahan yang umum dilakukan dan solusi pemecahannya.


1. Tidak mendengarkan

Sebagian besar orang bukanlah tipekal pendengar yang baik. Tentunya ini berhubungan dengan ego yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan dibanding mendengarkan dan kadang dalam komunikasi ini terjadi tabrakan ingin berbicara secepatnya karena sudah tidak tahan menunggu.

Solusinya, cobalah menekan ego sobat dan dengarkan secara seksama apa yang orang lain katakan. Disini ketika sobat memulai sikap mendengar, maka sobat telah membuka jalan untuk terciptanya suatu hubungan yang potensial. Namun hindari kata singkat “ya” atau “tidak”, mengapa…? karena akan terkesan bagi lawan bicara untuk memberikan informasi setengah-setengah. Sebagai contoh, lawan bicara sedang mengutarakan pengalaman liburan. Kemudian anda bertanya :


  • liburan kemana tuh?
  • apa yang kamu sukai pas disana?
  • kamu ngapain aja emang disana?

Nah,… Pertanyaan-pertanyaan semacam ini yang akan membuat topik pembicaraan semakin menarik, mendalam dan memancing lebih banyak topik yang akan di diskusikan serta yang tak kalah hebohnya lawan bicara sobat akan mengetahui, betapa sobat sungguh-sungguh mendengakannnya. Inilah yang akan membuat dimana lawan bicara sobat saling terhubung, saling menghargai dan saling perhatian.



2. Terlalu banyak bertanya

Beberapa pertanyaan yang sobat cakapkan kepada lawan bicara dapat berarti antusias. Namun terlalu banyak bertanya juga menjadi tidak baik. Mengapa..? karena mungkin lawan sobat akan beranggapan bahwa sobat seperti sedang menginterogerasi dan inilah yang akan membuat lawan bicara tidak nyaman.

Solusinya, cobalah gabungkan antara pertanyaan dan pernyataan. Misalnya, “Minggu lalu saya menghabiskan waktu di pantai bersama rekan kerja, apa kamu suka ke pantai?



3. Kehabisan topik untuk dibicarakan

Dalam percakapan mungkin sobat sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara, terutama jika sobat berbicara dengan seseorang yang baru saja dikenal. 

Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa solusi yaitu :
  • Seorang bijak pernah berkata “Jangan tinggalkan rumah tanpa membaca surat kabar terlebih dahulu, Jika anda kehabisan topik untuk dibicarakan, anda bisa memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini."
  • Bicara mengenai keberadaan disekeliling sobat, mungkin juga bisa diawali dengan basa-basi.



4. Penyampaian yang buruk

Dalam berkomunikasi bukan hanya masalah kata demi kata, melainkan bagaimana sobat menyampaikannya. Karena suara dan bahasa tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam berkomunikasi. Maka kebiasaan ini akan membuat perbedaan yang besar. 

Ini ada beberapa solusi yang bisa sobat pertimbangkan :

  • Sampaikan dengan perlahan. Ketika sobat berbicara tentang suatu hal yang sangat menyenangkan. Karena akan lebih mudah bagi lawan bicara untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang ingin sobat sampaikan.
  • Bicaralah dengan suara lantang. Tidak perlu ragu, karena lawan bicara sobat memang ingin mendengarkan.
  • Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam. Karena akan membuat lawan bicara tidak memahami apa yang sobat bicarakan tentunya.
  • Bicaralah dengan suara yang tidak monoton. Libatkan emosi dalam suara.
  • Gunakan jeda. Penyampaian dengan perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan bicara sobat lebih perhatian dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih tenang dan santai.
  • Gunakan bahasa tubuh yang baik. Seperti dengan sebuah gambaran.



5. Menginterupsi

Pembicaraan sobat dipotong oleh lawan bicara sobat? Yup,! lawan bicara sobatpun akan merasakan hal yang sama jika sobat memotong pembicaraannya. 

Solusinya, Biarkan lawan bicara sobat menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan pada lawan bicara sobat. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.



6. Keinginan “selalu benar”

Orang tidak akan terkesan kepada sobat jika selalu ingin merasa benar dalam setiap pembicaraan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga suasana jiwa, hati, pikiran tetap baik dengan berbicara dengan seseorang. 

Sebagai contoh : salah satu teman ingin bercerita kepada sobat mengenai serunya menuruni bukit yang berbatu dan menguji ketangkasan dengan sepeda sampai-sampai sepedanya jungkir balik bersama pengemudinya. yaiyalah… mana mungkin sapi yang makai. Ngawuuur…! lanjut, Namun sobat malah berbicara bagaimana bersepeda yang baik dan benar. Saya yakin suasana jiwa, hati dan pikiran teman sobat akan langsung berubah.
Solusinya, duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.



7. Berbicara hal-hal aneh atau negatif

Pernahkan sobat berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya.

Saya rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada sobat, apabila sobat selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang sobat keluarkan.



8. Membosankan

Jangan bercerita berlebihan mengenai mengenai apa yang baru saja sobat lakukan. Misalnya, “sobat, saya punya mobil ferrari 458, Capacity : 4449cc, Engine : V 8 direct fuel injection, Max Power : 560 hp @ 9000rpm, Max Torque : 540 nm @ 6000rpm, Standart option : F1 Transmission,F1 Traction Control,Dual Clutch, 0-100 in 3,2 seconds,Topspeed over 325 km/h, dan bla..bla…bla….:

Widiiiiiih mantaap.! lengkap sudah yang di bahas. Nah.! ini sobat, ini yang buat saya jengkel dan tambah bosan tentang mobil. Maklum belum mampu beli.. Tapi tahu gak sobat,? rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang mengekspose kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu. misalkan, menceritakan tentang pengalaman sobat saat berakhir pekan atau rencana sobat pada liburan mendatang. Intinya adalah hal-hal yang positif. Bukan juga mengeluh atau menyesal.

Dale Carnegie pernah berkata :
”Dalam 2 bulan anda akan mempunyai lebih banyak teman dengan cara antusias terhadap cerita-cerita mereka dibandingkan 2 tahun anda mencari teman dengan cara berusaha memancing mereka tertarik pada cerita-cerita anda.”


Jadi solusinya, cobalah memberi peran lebih dalam berbicara untuk lawan bicara sobat. Kelak sobat akan membangun sebuah hubungan yang berkualitas.
Mungkin sobat sudah sering mendengar istilah “mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut?” itu karena agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara.



9. Tidak merespon dengan baik

Apabila seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat. 

Solusinya adalah harus Terbuka dan katakan apa yang sobat pikirkan. Ekspresikan perasaan sobat. Begitulah manusia.


Sebagai penutup, mudah-mudahan tips ini bermanfaat bagi sobat sehingga kelak dapat menjadi teman bicara yang baik bagi kehidupan orang banyak, teman-teman, keluarga, atau bahkan pasangan yang sobat cintai..




sumber: http://asalasalaja.wordpress.com/2012/05/07/9-kesalahan-dalam-berkomunikasi/
gambar cover: SKET Dance
.

Ads

Daftar Isi