Ads

Sabtu, 21 Juni 2014

Cara Didik Ortu Jaman Dulu atau Ortu Jaman Sekarang ?


Yo sekarang saya mau mengangkat topik cara didik versi ortu jaman dulu, yang bisa dikatakan itu adalah angkatan bokap-nyokap kita (1960's - 1990's) dengan ortu jaman sekarang, angkatan kita (1990's - sekarang). Esensi dari postingan ini adalah ingin membandingkan kedua cara didik tersebut, berikut ciri-ciri dan efeknya terhadap anak (secara positif dan negatif). Oke tanpa berlama-lama, yuk mari..



1. Cara Didik Ortu Jaman Dulu (1960's - 1990's)
Pertama-tama izin meminta maaf jika tahun yang diperkirakan salah, namun ini adalah perkiraan saja karena ortu saya lahir tahun 60-an, jadi saya menggeneralisasikan saja. Baik, ciri-ciri versi didik ini adalah:

1. Mendidik secara keras

Ya cara didik ortu jaman dulu cenderung keras, baik keras secara fisik maupun keras omongan/omelannya, namun orang tua jaman dulu kalo saya bilang lebih bersikap layaknya pemimpin kepada prajurit.

2. Mendidik melarang ini-itu

Orang tua jaman dulu sangat protektif terhadap anak, sehingga melarang hal-hal yang tidak sesuai dengan ideologi mereka. Misalnya, si anak suka banget main gitar, namun orang tua lebih menganggap matematika 'lebih menampilkan tingkat edukasi yang baik' dibanding skill gitar makanya ortu melarang anaknya terus-menerus main gitar. Makanya tidak heran saat raport bokap saya nilai B.Indo 6 ga dimarahin, tapi pas Matematika dapet poin 7 saja udah dimarahin, hahaha.

3. Mendidik cenderung memaksa kehendak

Nah ini pengalaman ortu saya nih. Dulunya beliau ingin sekali masuk jajaran TNI. Namun, kakek ane tidak setuju sama sekali, kakek ane ingin bokap ane jadi insinyur saja, karena taraf pendidikan insinyur 'dianggap' lebih baik daripada seorang anggota TNI.



Efek Positif

1. Anak-anak lebih disiplin dan taat ortu

Dengan ajaran yang keras, anak-anak jadi disiplin dan taat orang tua sudah dibuktikan dengan bokap ane yang selalu taat jam belajar, jam pulang sekolah, taat beribadah pula, dll.

2. Anak-anak lebih menghargai setiap kesempatan (waktu)

Karena disiplin, anak-anak pun sangat menghargai waktu dengan mengisi dengan hal-hal berguna seperti belajar.

3. Anak-anak lebih mandiri



4. Anak-anak jarang buat kesalahan dan jarang menyusahkan orang tua.

Karena didik dengan keras pula anak jadi takut membuat kesalahan dan menyusahkan orang tua. Ya lihat saja jika buat kesalahan satu, dimarahinnya ngeri.


Efek Negatif

1. Anak-anak terpaksa melakukan yang diinginkan orang tua.

Ya karena pemaksaan itu sebenarnya sangat tidak baik, efeknya bakal melukai batin kita apalagi sejak masa kanak-kanak sudah dipaksa kasihan sekali. Ingatlah, hal yang dipaksakan akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik!

2. Anak-anak disakiti secara fisik

Hal ini tidak kalah menyakitkan daripada paksaan mental. Karena ortu jaman dulu menganggap pukulin anak biar kapok.

3. Anak-anak terpaksa takut ortu, udah gedenya malah dendam gak mau ngurus ortu

Ada om saya yang sekarang ini menjadi sangat membangkang terhadap ortunya padahal dulu waktu beliau kecil sangat patuh terhadap ortunya. Yang saya simpulkan mungkin beliau dendam dengan ortunya. Setelah beliau sukses dan berkeluarga, ortunya menjadi tidak dianggap. (Istighfar dalam hati)





2. Cara Didik Ortu Jaman Sekarang (1990's - sekarang)

1. Minoritas masih keras, kebanyakan yang menengah (tidak terlalu keras tidak terlalu lembut pula), ada juga yang ngalem aja.

Gaya didik ortu jaman sekarang cenderung tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut, yang penting si anak bisa menempatkan diri dengan baik. Contohnya saya boleh aja pulang malem pas SMA asal dengan teman-teman yang jelas (ortu saya juga kenal temen-temen saya). Tapi ada juga yang woles sama-sekali.

2. Lebih berorientasi kepada bakat anak

Matematika sekarang ini bukan lagi tolak ukur anak pintar atau bodoh. Namun, secara real ortu sekarang fokus juga kepada kegiatan ekstrakurikuler anak, misalnya les gitar, les dance, les nyanyi, les futsal, dll. Intinya, apakah kamu yakin gak Cristiano Ronaldo jago ngulik gitar lebih daripada Slash? Sebaliknya apakah Slash jago ngocek bola lebih daripada CR? Tentu tidak, karena semua orang punya bakat masing-masing inilah yang orang tua jaman sekarang mulai eksplor.

3. Memfasilitasi anak dengan berbagai teknologi

Orang tua jaman sekarang memfasilitasi dengan berbagai teknologi dengan harapan si anak bisa bertumbuh dengan baik melalui teknologi tersebut. Lagipula, pikir mereka, bukankah teknologi diciptakan untuk membantu? Namun benarkah begitu adanya?


Efek Positif:

1. Anak-anak lebih kreatif

Dengan sokongan orang tua terhadap bakat anak, anak-anak pun tumbuh dengan lebih kreatif.

2. Anak-anak diberi kebebasan untuk mengatur tujuan dirinya

Tujuan itu pasti dimiliki setiap orang. Orang tua jaman sekarang lebih fleksibel dan tidak terpaku tujuan dirinya sendiri. Oleh karena itu tidak ada pemaksaan kehendak lagi saat anaknya misalnya ingin melanjutkan kuliah di tempat yang diinginkannya. Namun, ortu juga tidak serta-merta lepas tanggung jawab, namun tetap harus mempertimbangkan keputusan anaknya apakah baik atau tidak.

3. Anak-anak lebih dekat dengan orang tua

Relatif sih tapi ini yang saya rasakan sendiri. saya dekat dengan kedua ortu seringkali saya ngobrol dengan mereka seperti ngobrol kepada teman. Ngobrol mengenai banyak hal, seperti pasangan, kuliah, kerja, politik, dll.



Efek Negatif

1. Melahirkan generasi anak manja

Sudah terbiasa banyak fasilitas dan dilayani, anak-anak sekarang jadi pada manja.

2. Melahirkan generasi anak 'autis' gadget


3. Anak lebih suka membangkang ortu dan kurang hormat ortu

Karena tidak dididik dengan tegas bisa membuat anak jadi suka membangkang.




Kesimpulan:
1. cara didik ortu jaman dulu lebih membuat anak menjadi pintar namun kurang kreatif karena anak cenderung dipaksakan.
2. cara didik ortu jaman sekarang membuat anak lebih kreatif bahkan saking kreatifnya bisa menjadi hal negatif, seperti asal coret dengan pilox di dinding tetangga misalnya. Ya kreatif namun tidak pintar.


Penutup:
Apapun cara didiknya seorang orang tua yang notabene manusia pasti selalu ada kekurangan untuk mengajari anaknya karena orang tua itu masih manusia. Namun, yang penting dilakukan setiap orang tua adalah mendidik anaknya sehingga menjadi generasi yang unggul, baik dari segi IQ, EQ, dan SQ nya.




sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/53984241a4cb1746518b458f/?ref=homelanding&med=hot_thread
.

Ads

Daftar Isi