Ads

Minggu, 25 Januari 2015

Junk Food vs Jajanan Pasar



Cuaca sekarang ini sedang tak menentu, kadang panas kadang sedang dingin karena hujan. Suara perut sudah berbunyi, mau beli jajanan tapi bingung antara burger atau arem-arem ya?

Nah, terkadang kita mengalami hal itu bukan. Mau jajan aja pasti aja bingung. Makanan cepat saji atau jajanan pasar. Oke, disini kami akan membahas apapun tentang makanan cepat saji dan jajanan pasar..


Tempat-tempat makanan cepat saji biasanya pasti buka 24 jam dan ada layanan siap antar. Ini juga menjadi tepat saat tengah malam kelaparan. Jajanan pasar untuk ukuran harga masih sangat terjangkau.
Perbandingan harga terkadang 1:2 per porsi bahkan lebih. Contoh dengan uang sebesar 15 ribu rupiah, kamu bisa dapat 2 porsi nasi gudeg daripada 1 porsi ayam goreng cepat saji. Contoh kedua, dengan 10 ribu kamu beli 1 porsi french fries, dengan uang yang sama kamu bisa membeli 4 pcs arem-arem isi ayam.




Menjaga Kebudayaan Makanan

Negara Indonesia mempunyai buanyak sekali aneka jajanan pasar, tiap daerah bahkan punya ciri khas jajanan pasar. Bicara soal rasa dan nikmat dijamin tak kalah dengan makanan cepat saji yang notabene dari budaya barat.

Dengan seringnya kita membeli dan memakan makanan jajanan pasar yang juga makanan tradisional, turut menjaga kelestariannya agar terus eksis dan tidak hilang. Ada lhoh makanan tradisional yang sekarang susah sekali nyarinya, entah karena keterbatasan atau kalah pasar. Daripada minuman bersoda lebih mantap minum segelas cendol




Jajanan Pasar Lebih Bergizi


Tak mudah memang menghindari godaan junk food, walau sebenarnya makanan tersebut tak sehat karena tidak mengandung zat gizi bagi tubuh. Sebagai contoh, sebuah apel dan makanan junk food yang sama-sama mengandung kalori sebesar 50 kalori. Meski sama-sama mempunyai kandungan 50 kalori, sebutir apel juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan sebagainya. Sementara makanan junk food yang sama-sama mengandung 50 kalori, tidak mempunyai kandungan gizi lain (empty calorie ).

Lantas, apa saja risiko mengonsumsi junk food ? Yang jelas, kalau kebanyakan gula, ujung-ujungnya bisa terkena diabetes. Diabetes merupakan penyakit paling jahat dengan segala komplikasinya, yang berisiko penyakit jantung, stroke, ginjal, dan sebagainya.

Konsumsi garam dalam jumlah besar dan lama juga bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti hipertensi, jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.



Sebagai Contoh : Onde-Onde
Onde-onde adalah sejenis kue jajanan pasar yang populer di Indonesia. Kue ini sangat terkenal di daerah Mojokerto yang disebut sebagai kota onde-onde sejak jaman Majapahit. Onde-onde terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen.

#kandungan gizi:

Tepung ketan memiliki amilopektin yang lebih besar dibandingkan dengan tepung-tepung lainnya. Amilopektin inilah yang menyebabkan tepung ketan (beras ketan) lebih pulen dibandingkan dengan tepung lainnya. Makin tinggi kandungan amilopektin pada pati maka makin pulen pati tersebut, semakin tinggi amilopektin maka akan semakin mudah dicerna di dalam tubuh.

Kandungan lain Onde-Onde adalah kacang hijau didalamnya, Kacang hijau mengandung 20-25 persen protein. Protein pada kacang hijau mentah memiliki daya cerna sekitar 77 persen. Keseimbangan asam amino pada kacang hijau mirip dan sebanding dengan kedelai.
Kandungan lemak dalam kacang hijau relatif sedikit (1-1,2 persen,Lemak kacang hijau sebagian besar tersusun atas asam lemak tidak jenuh oleat (20,8 persen), linoleat (16,3 persen) dan linolenat (37,5 persen). Linoleat dan linolenat merupakan asam lemak esensial yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak balita.

Kacang hijau juga mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh manusia. Mineral seperti kalsium, fosfor, besi, natrium dan kalium banyak terdapat pada kacang hijau.Selain itu, kacang hijau juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber). Kadar serat dalam kacang hijau dapat mencegah terjadinya sembelit (susah buang air besar), serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

Sedangkan kacang wijen yang melapisi sisi luar onde-onde juga mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat, Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar, 15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10% asam lemak jenuh. Minyak biji wijen juga kaya akan Vitamin E.




Kenapa Mesti Malu Makan Jajanan Pasar?


Mungkin karena tempat-tempat makanan cepat saji berada di mall, tempat wisata atau nongkrong, jadi sedikit merasa tergiur untuk tergoda. Bisa saja karna pergaulan bersama teman-teman yang harus nongkrong di tempat makanan cepat saji. 

Jajanan pasar kini pun sebenarnya tidak hanya berada di dalam pasar saja. Supermarket / swalayan lokal pun kini juga terdapat menu jajanan pasar. Untuk tubuh yang ingin selalu makan makanan bergizi, kenapa mesti malu makan jajanan pasar?







sumber: 
  • http://www.kaskus.co.id/thread/54c0cb695a516382738b4579/?ref=homelanding&med=hot_thread
  • http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Umum/Junk-Food-Serba-Cepat-tapi-Tak-Lengkap/
  • http://agoengky.blogspot.com/2010/10/makanan-jajanan-pasar-khas-indonesia.html
.

Ads

Daftar Isi