Ads

Selasa, 24 Februari 2015

5 Alasan Mengapa Slamdunk Menjadi Manga Olahraga yang Terbaik



Slam Dunk (スラムダンク) adalah sebuah manga sepanjang 31 jilid yang dikarang oleh Takehiko Inoue tentang sebuah tim bola basket dari SMA Shōhoku. Manga ini sangat populer di Jepang - banyak remaja di sana mulai bermain basket setelah membaca komik ini.

Slam Dunk muncul pertama kalinya dalam majalah manga Weekly Shonen Jump. Di Jepang, komiknya diterbitkan oleh Shueisha dari tahun 1990 hinga 1996, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. 

Sebelum diterbitkan Elex, komik ini pernah pula diterbitkan oleh Rajawali Grafiti, meskipun kemungkinan besar tanpa lisensi resmi. Anime berdurasi 101 episode kemudian diproduksi oleh TV Asahi dan Toei Animation dan diikuti oleh 4 film animasi layar lebar.
Dan berikut ini adalah alasan mengapa SLAMDUNK menjadi manga olahraga terbaik sepanjang masa menurut GOOGLE..




1. Kadar humor di Slam Dunk yang benar-benar pas.


ya, Slam Dunk adalah salah satu manga yang selalu berhasil membuat saya ketawa. Hanamichi yang sok tahu, ditambah lagi teman-teman se tim nya yang tidak suportif terhadap ke-sok tau-an Hanamichi, selalu membuat saya tertawa. Salah satunya adalah ketika Hanamichi sedang on fire ketika menghadapi Ryonan. Hanamichi memasukkan poin setelah ia berhasil ‘mengusir’ kapten Ryonan, Jun Uozomi dari lapangan. Ia berkata ‘AKU JENIUSS !!’, bukannya memuji Hanamichi, teman setimnya malah memuji Akagi yang memberikan assist kepada Hanamichi.

Belum lagi ditambah rivalitas Hanamichi dengan Rukawa, atau rivalitas Hanamichi dengan Kyota, yang selalu dipenuhi adu mulut yang tidak penting dan tentunya, poin humor yang paling tinggi dari seri ini adalah ‘Geng Hanamichi’. Geng yang berisikan 4 orang ‘anak buah’ Hanamichi ini memang selalu membuat kacau keadaan. Entah itu di saat genting (ketika Hanamichi jatuh dihajar Uozumi dalam pertandingan melawan Ryonan) atau saat biasa-biasa saja (ketika Hanamichi latihan shooting jarak dekat). Geng Hanamichi ini sangat mendukung aktivitas Hanamichi dalam dunia perbasketan, tidak hanya memberi semangat ketika bertanding atau menemani Hanamichi latihan, mereka juga pernah ‘pasang badan’ ketika tim basket Shohoku diacak-acak oleh Mitsui dan kawan-kawannya, dan semua, mereka lakukan dengan cara yang penuh dengan humor…





2. Jagoannya gak selalu menang.


Ini adalah salah satu poin juga kenapa saya suka Slam Dunk. Tercatat Shohoku (pasca bergabungnya Hanamichi) mengalami 4 kekalahan: ketika melawan Ryonan di pertandingan persahabatan, ketika melawan Kainan di tingkat daerah, ketika melawan Jyosei Shonan di pertandingan persahabatan dan ketika melawan Aiwa Gakuin di tingkat nasional. Gak kayak Captain Tsubasa, atau komik bertema olah raga lainnya, Shohoku gak pernah ngerasain yang namanya juara. Mereka hanya finish di peringkat 2 daerah, dan kalah di pertandingan ke-3 di tingkat nasional. Gak ada apa-apanya dibandingin Tsubasa yang juara ini itu kan ? Tapi justru itulah asiknya, kan kalo jagoannya menang terus gak seruuuu~





3. Gak terlalu banyak drama.


ini juga salah satu faktor yang bikin Slam Dunk jadi manga yang asik dibaca dan gak cheesy. Berbeda dengan komik lain yang seringkali menang dengan selisih tipis atau gol di saat-saat terakhir, Slam Dunk gak kayak gitu. Seinget saya, hanaya ada 2 pertandingan di mana Shohoku menang tipis (1 poin dan 2 poin), ketika melawan si juara bertahan nasional Sannoh Kogyo dan ketika melawan Shoyo. 

Ketika melawan Sannoh, Sakuragi mencetak angka penentu sehingga skor menjadi 79-78 untuk Shohoku, sedangkan ketika melawan Shoyo, skor akhirnya adalah 62-60 untuk Shohoku (tapi tidak diceritakan siapa pencetak angkanya). Sedangkan di pertandingan lain, melawan Ryonan (di tingkat daerah) Shohoku menang dengan perbedaan 4 angka, melawan Toyotama 8 angka dan yang lainnya mereka menang telak. Unsur drama di tiap pertandingan Shohoku tidak terjadi di akhir pertandingan, tetapi di pertengahan, karena itu lah di setiap pertandingan ada yang namanya klimaks dan anti klimaks.





4. Hanamichi Sakuragi bukan karakter yang paling jago di serial ini


Ini juga betul. Kelas Hanamichi ada jauh dibawah Rukawa, Akagi, Mitsui dan Ryota di masing-masing posisinya. Dalam manga ini juga diceritakan kalau kelebihan Hanamichi hanyalah fisiknya yang luar biasa. Berbeda dengan komik olah raga lain seperti Shoot atau Dear Boys, di mana Toshi dan Aikawa sebagai tokoh utama adalah pemain super yang selalu ada di tingkat atas. 

Hanamichi, walaupun ia bermain luar biasa di tingkat daerah, tetapi namanya tidak masuk best-5 di daerah Kanagawa, ia kalah oleh Akagi dan Rukawa dari Shohoku, Maki dan Jin dari Kainan juga Sendoh dari Ryonan. Di tingkat nasional pun begitu, Hanamichi tidak bisa melebihi kehebatan pemain andalan Sannoh, Masashi Kawata. Ini membuat manga Slam Dunk semakin logis: Hanamichi Sakuragi hebat karena ia gigih dan berbakat, bukan seperti Tsubasa yang kemampuannya setengah dewa.





5. Endingnya yang gak ketebak


Inilah alasan yang terakhir kenapa saya sangat menyukai manga ini. Ya, ending Slam Dunk memang diluar dugaan. Ketika manga lain selalu menceritakan si tim tokoh utamanya juara nasional atau dunia, Slam Dunk berkata lain. Setelah Shohoku mengalahkan tim juara bertahan Sannoh Kogyo, mereka lalu dihajar oleh wakil dari Aichi, Aiwa Gakuin.

Selain itu, Hanamichi pun harus berhenti bermain basket untuk beberapa saat karena ia menderita cedera. Ini adalah poin yang sangat positif untuk saya. Karena dengan ending ini, kita sebagai pembaca berhasil digiring kembali kepada ‘fakta’ bahwa Shohoku hanyalah tim basket SMU, mereka hanya anak SMU biasa, dan bukan manusia setengah dewa. Betul kan ?






sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/5289058f3fcb179d2c000000/?ref=homelanding&med=hot_thread
.

Ads

Daftar Isi