
Namun dewan yang didominasi tokoh-tokoh militer itu ternyata masih bertele-tele dalam menanggapi persyaratan Postdam. Sekalipun berita hancurnya Nagasaki sudah diterima, namun rupanya para tokoh militer Jepang belum juga mau menerima tragedi itu. Mereka masih ngotot untuk berperang terus, baik untuk mempertahankan tanah air dari invasi AS maupun untuk melawan serbuan Soviet di Manchuria.